Showing posts with label judi domino. Show all posts
Showing posts with label judi domino. Show all posts

Tuesday, January 22, 2019

PDIP dan Gelanggang Politik Ahok Usai Keluar dari Penjara

PDIP dan Gelanggang Politik Ahok Usai Keluar dari Penjara


PDIP dan Gelanggang Politik Ahok Usai Keluar dari Penjara

dewapoker - PDIP dan Gelanggang Politik Ahok Usai Keluar dari Penjara. Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dibesarkan oleh dunia politik. Proses politik pula yang membawa Ahok dipenjara. Ia terbukti melakukan penodaan agama saat mengutip surat Al Maidah ayat 51 terkait kepeimpinan dalam Islam.

Ahok mengutip ayat Alquran itu saat kunjungan kerjanya sebagai Gubernur DKI Jakarta ke Kepulauan Seribu. Saat itu pula Ahok tengah mengikuti tahapan pemilihan kepala daerah di ibu kota.

Setelah 1 tahun 8 bulan menjalani masa hukuman, Ahok akan bebas.

Salah satu pertanyaan adalah akankah Ahok melanjutkan karier politiknya? Partai mana yang bakal menjadi pelabuhan Ahok selanjutnya.

Ahok merintis karier politik di Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PPIB). Berlanjut ke Golkar, kemudian Gerindra sebelum memutuskan keluar dari partai besutan Prabowo Subianto itu.

Sebelum dipenjara, Ahok sempat mengungkapkan kedekatannya dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Dua kali Ahok diusung PDIP di Pilkada DKI Jakarta.

Mantan Wakil Ahok di DKI Jakarta sekaligus politikus PDIP Djarot Saiful Hidayat bahkan menyebut bahwa Ahok telah memiliki rencana untuk bergabung dengan partai berlambang banteng moncong putih itu.

"Dia [Ahok] bilang, "kalau nanti saya masuk politik, saya akan pasti masuk PDI-Perjuangan"," kata Djarot, Senin (27/11).

Sementara, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengaku belum menerima surat permohonan dari Ahok untuk bergabung menjadi kader PDIP.

Menurut Hasto, mekanisme untuk menjadi kader di PDIP harus melalui proses pengajuan permohonan secara tertulis lebih dulu sebagai prasyarat. Ia pun mengaku belum bertanya secara langsung kepada Ahok terkait rencana tersebut.

Pengamat politik dari Habibie Center Bawono Kumoro mengatakan bukan tidak mungkin jika Ahok berlabuh ke PDIP. Partai-partai di mana Ahok pernah bernaung memang berhaluan nasionalis.

"Kalau dilihat Pak Ahok cocok dengan partai yang katakanlah nasionalis, track record-nya masuk ke partai-partai nasional," ujarnya, Senin (14/1).

Namun, kata Bawono, pilihan partai nasionalis tak hanya PDIP saja. Partai Solidaritas Indonesia (PSI), yang merupakan sebuah partai baru juga bukan mustahil.

Apalagi, sambung Bawono, PSI pernah menyatakan bahwa salah satu inspirasi dari partai tersebut adalah Ahok.

Meski begitu, pilihan partai politik tersebut akan kembali lagi kepada Ahok sendiri. Bawono berpendapat salah satu yang mungkin akan menjadi pertimbangan Ahok adalah partai mana yang bisa mengakomodasi target-target politik mantan Bupati Belitung Timur ini ke depannya.

Selain Ahok, lanjutnya, pertimbangan matang pun akan dilakukan partai politik terkait. Sebab, Ahok merupakan seorang mantan narapidana kasus penistaan agama. dewapokerqq

"Saya kira hitung-hitungan itu, plus minus, akan dilakukan oleh partai, juga dilakukan oleh Pak Ahok," ucap Bawono.

Partai Kecil

Dihubungi terpisah, pengamat politik dari Universitas Negeri Jakarta Ubedilah Badrun menuturkan Ahok sangat mungkin kembali ke dunia politik. Hal itu tak lepas dari rekam jejak Ahok yang pernah menduduki sejumlah jabatan politik, mulai dari Bupati Belitung Timur, anggota DPR RI, Wakil Gubernur DKI Jakarta, hingga Gubernur DKI Jakarta.

"Itu menggambarkan kedekatan dirinya [Ahok] dengan dunia politik, sebetulnya wajar kalau kemudian Pak Ahok setelah bebas memilih jalan politik," tutur Ubedilah.

Terkait kemungkinan Ahok bergabung dengan PDIP, Ubedilah menilai hak itu itu merupakan sesuatu yang mudah. "Mungkin dikasih karpet merah untuk masuk PDIP," ucapnya.

Meski begitu, Ubedilah menilai PDIP merupakah partai yang terlalu besar bagi Ahok untuk kembali mengawali langkah politiknya.

Ubedilah beranggapan akan butuh waktu bagi Ahok untuk bisa memiliki posisi strategis di PDIP, mengingat saat ini ada cukup banyak tokoh politik yang diperhitungkan yang ada di partai tersebut.

Lain halnya, bila Ahok bergabung dengan partai kecil. Ahok bergabung dengan partai kecil, maka Ubedilah menilai Ahok akan lebih mudah dan lebih cepat memegang posisi strategis.

"Partai kecil yang belum punya tokoh kuat, Ahok bisa jadi tokoh sentral," ujarnya.

Senada dengan Bawono, Ubedilah juga menyebut akan ada pertimbangan atau perhitungan dari partai politik sebelum menerima Ahok sebagai kadernya.

"Karena itu pasti ada risiko, kehadiran Ahok bisa saja menambah insentif politik bagi partai, tapi bisa juga mengurangi elektabilitas partai," tutur Ubedilah. dewapokerasia

Friday, January 11, 2019

PKS-Gerindra Sepakat Uji Kelayakan Wagub DKI 14 Januari

PKS-Gerindra Sepakat Uji Kelayakan Wagub DKI 14 Januari


[caption id="attachment_1693" align="alignnone" width="800"]PKS-Gerindra Sepakat Uji Kelayakan Wagub DKI 14 Januari PKS-Gerindra Sepakat Uji Kelayakan Wagub DKI 14 Januari[/caption]

dewapoker - PKS-Gerindra Sepakat Uji Kelayakan Wagub DKI 14 Januari. Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DKI Jakarta Syakir Purnomo mengatakan pihaknya telah bersepakat dengan Gerindra DKI Jakarta untuk menggelar uji kelayakan atau fit and proper test wakil gubernur DKI pada 14 Januari mendatang. Syakir mengatakan pihaknya telah menyusun jadwal dan rencana atau time line.

"Tadi kami telah menyusun timeline, Insya Allah mudah-mudahan tidak ada kendala, dan mudah-mudahan tim panelis bisa," kata Syakir ditemui di Kantor DPW PKS DKI, Jakarta, Rabu (9/1).

Jadwal atau time line yang telah dibuat, kata dia, juga telah disepakati oleh PKS dan Partai Gerindra selaku pengusung Anies Baswedan dan Sandiaga Uno di Pilgub DKI 2017 lalu. dewapokerqq

"Insya Allah itu hari Senin tanggal 14 Januari 2019 rapat koordinasi," kata Syakir.

Sementara itu, Wakil DPD Partai Gerindra DKI Syarif menjelaskan dalam rapat koordinasi pertama itu tim panelis akan membahas beberapa materi yang nantinya akan diberikan kepada tiga kandidat wagub dari PKS.

Tiga kandidat itu yakni, mantan Wakil Walikota Bekasi Ahmad Syaikhu, Sekretaris DPW PKS Agung Yulianto, serta Ketua Dewan Syariah DPW PKS Ahmad Suhaimi.

"Nanti untuk langkah selanjutnya ada di panelis," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Syarif juga menyebut selambat-lambatnya 25 Januari fit and proper test selesai digelar dan akan menghasilkan dua nama calon untuk kemudian diserahkan kepada Anies selaku Gubernur.

"Baru melakukan lobi ke DPRD. Mudah-mudahan cepet selesai mendapatkan calon dari proses ini," kata dia.

Diketahui sebelumnya, PKS merekomendasikan tiga kadernya yang akan disetorkan ke Gerindra untuk mengisi posisi kursi DKI 2. Mereka adalah mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu, Sekretaris Umum DPW PKS DKI Jakarta Agung Yulianto, dan Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi.

Nantinya tiga nama itu akan dikerucutkan menjadi dua nama lewat uji kelayakan dan kepatutan. Baru nama-nama itu dibahas di DPRD DKI Jakarta.

PKS juga mengajukan dua nama tim uji kelayakan dan kepatutan. Ada nama Dekan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) Eko Prasodjo dan pengajar Universitas Negeri Jakarta Ubedilah Badrun.

Dua nama itu akan bergabung dengan nama yang diajukan Gerindra. Mereka adalah Wakil Ketua DPD DKI Jakarta Gerindra Syarif dan peneliti senior LIPI Siti Zuhro.

Kursi wakil gubernur DKI Jakarta mengalami kekosongan sejak Agustus 2018, setelah Sandiaga Uno memutuskan maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menginginkan sosok penurut untuk mengisi posisi wakil gubernur pengganti Sandiaga Uno.

Anies mengatakan wakil gubernur baru harus mampu menerapkan visi dan misi yang telah dicanangkan sejak masa kampanye.

"Tidak bawa agenda sendiri, tapi mengikuti agenda yang sudah ditetapkan oleh gubernur dan ada di RPJMD (rencana pembangunan jangka menengah daerah) kita. Selebihnya taat pada gubernur karena memang fungsinya mendukung," kata Anies saat ditemui di Pondok Kopi, Jakarta Timur, Kamis (3/1). dewapokerasia