Monday, March 4, 2019

Pilkada DKI, PII Dukung Yusril Ihza Mahendra - Pemilu 2019

Jakarta, PEMILU.com – Organisasi Pelajar Islam Indonesia (PII) memberikan dukunganya kepada Yusril Ihza Mahendra dalam pemilihan kepala daerah (Pilkaday DKI Jakarta 2017 mendatang. Dukungan diberikan lantaran Yusril dianggap sebagai bagian dari keluarga Masyumi.


Ketua Umum PB PII sekaligus Politikus PAN, Nasrulah membandingkan Yusril dengan bakal calon lain seperti Sandiaga Uno dan Adhyaksa. Akan tetapi Yusril lah yang menurutnya lebih kental sebagai kader Masyumi.


“Yang pasti kader Masyumi hanya satu, kalau Adhiyaksa agak nyambung sedikit, Sandiaga Uno agak susah nyambungnya, tapi kalau Yusril nyambungnya jelas. Salah kalau keluarga kita mau maju enggak kita dukung,” ujar Nasrullah di Cikatomas, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (23/3).


Sementara itu, Wakil Ketua PB PII Sofwat Hadi menyatakan calon Gubernur DKI dari kalangan Muslim dinilai lebih tepat memimpin ibu kota. Hingga saat ini ada 8 orang yang akan bertarung memperebutkan DKI 1.


“Kita sangat peduli bahwa kita berusaha dan mengharapkan adalah Gubernur seorang Muslim. Kemungkinan bukan cuma Pak Yusril saja yang berdialog dengan kita, bakal calon yang lain juga,” kata Sofwat.


Yusril yang mengaku sebagai seorang Masyumi, menceritakan sejarah Masyumi dalam menata Ibu Kota. Ia menyebut tokoh Syamsuridjal yang merupakan seorang Masyumi, dulu pernah memimpin Jakarta dengan status wali kota dan belum disebut gubernur.


“Sejarah Jakarta pernah dari Masyumi. Syamsuridjal itu sama seperti Jokowi, dulu jadi wali kota Solo kemudian jadi Wali Kota Jakarta. Artinya Islam yang rahmatan lil alamin. Tidak terbatas ruang dan waktu. Kita yakini Islam memberikan prinsip-prinsip dan asas bagaimana kehidupan berbangsa dan negara,” ujarnya Yusril.


Dia bercerita banyak yang menanyakan mengapa dirinya yang pernah jadi tokoh nasional, memilih mencalonkan diri jadi gubernur. Menurut Yusril, dia ingin menyelesaikan masalah Jakarta.


“Maka proses likuidasi itu akan berlangsung dalam lima tahun. Jadi yang ada nanti Menteri Urusan Ibu Kota, langsung diperintah Presiden,” pungkasnya.



Source

No comments:

Post a Comment