Wednesday, February 13, 2019

PEMILU DI INDONESIA (1955 SAMPAI 2014)


PEMILU INDONESIA




Pemilihan Umum (Pemilu) adalah proses
pemilihan orang(-orang) untuk mengisi
jabatan-jabatan politik tertentu. Jabatan-jabatan tersebut
beraneka-ragam, mulai dari presiden, wakil rakyat di berbagai tingkat
pemerintahan, sampai kepala desa. Dalam Pemilu, para pemilih dalam
Pemilu juga disebut konstituen, dan kepada merekalah para peserta Pemilu
menawarkan janji-janji dan program-programnya pada
masa kampanye. Kampanye dilakukan selama waktu yang telah ditentukan,
menjelang hari pemungutan suara. Setelah pemungutan suara dilakukan,
proses penghitungan dimulai. Pemenang Pemilu ditentukan oleh aturan main
atau sistem penentuan pemenang yang sebelumnya telah ditetapkan dan
disetujui oleh para peserta, dan disosialisasikan ke para pemilih.



SEJARAH PEMILIHAN UMUM PERTAMA DI INDONESIA TAHUN 1955



Pemilu tahun 1955 merupakan pemilu yang
pertama dalam sejarah bangsa Indonesia. Waktu itu Republik Indonesia
berusia 10 tahun. Pemilihan Umum yang diadakan sebanyak dua kali yaitu
pertama pada tanggal 29 September 1955 untuk memilih anggota DPR dan
kedua pada tanggal 15 Desember 1955 untuk memilih anggota konstituante
(Sumber :

Situs KPU

).



Sejak berdirinya negara Indonesia, Bapak
Hatta telah memikirkan untuk segera melakukan pemilu sesuai maklumat X
tanggal 3 November 1945. Tidak terlaksananya pemilu pertama pada bulan
Januari 1946 seperti yang diamanatkan oleh Maklumat 3 Nopember 1945,
paling tidak disebabkan 2 (dua) hal :



1. Belum siapnya pemerintah baru, termasuk dalam penyusunan perangkat UU Pemilu;



2. Belum stabilnya kondisi keamanan
negara akibat konflik internal antar kekuatan politik yang ada pada
waktu itu, apalagi pada saat yang sama gangguan dari luar juga masih
mengancam. Dengan kata lain para pemimpin lebih disibukkan oleh urusan
konsolidasi.



Pemilu tahun 1955 memilih 257 anggota DPR
dan 514 anggota konstituante (harusnya 520 anggota, namun irian
barat memiliki jatah 6 kursi, tidak melakukan pemilihan) dengan 29
jumlah partai politik dan individu yang ikut serta. Pemilu
ini dilaksanakan pada pemerintahan perdana menteri Burhanuddin Harahap,
setelah menggantikan Perdana Menteri Ali Sastromidjojo yang mengundurkan
diri.






























































































































































No.


Partai/Nama Daftar


Suara




%




Kursi




1.


Partai Nasional Indonesia (PNI)


8.434.653




22,32




57




2.


Masyumi


7.903.886




20,92




57




3.


Nahdlatul Ulama (NU)


6.955.141




18,41




45




4.


Partai Komunis Indonesia (PKI)


6.179.914




16,36




39




5.


Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII)


1.091.160




2,89




8




6.


Partai Kristen Indonesia (Parkindo)


1.003.326




2,66




8




7.


Partai Katolik


770.740




2,04




6




8.


Partai Sosialis Indonesia (PSI)


753.191




1,99




5




9.


Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI)


541.306




1,43




4




10.


Pergerakan Tarbiyah Islamiyah (Perti)


483.014




1,28




4




11.


Partai Rakyat Nasional (PRN)


242.125




0,64




2




12.


Partai Buruh


224.167




0,59




2




13.


Gerakan Pembela Panca Sila (GPPS)


219.985




0,58




2




14.


Partai Rakyat Indonesia (PRI)


206.161




0,55




2




15.


Persatuan Pegawai Polisi RI (P3RI)


200.419




0,53




2




16.


Murba


199.588




0,53




2




17.


Baperki


178.887




0,47




1




18.


Persatuan Indoenesia Raya (PIR) Wongsonegoro


178.481




0,47




1




19.


Grinda


154.792




0,41




1




20.


Persatuan Rakyat Marhaen Indonesia (Permai)


149.287




0,40




1




21.


Persatuan Daya (PD)


146.054




0,39




1




22.


PIR Hazairin


114.644




0,30




1




23.


Partai Politik Tarikat Islam (PPTI)


85.131




0,22




1




24.


AKUI


81.454




0,21




1




25.


Persatuan Rakyat Desa (PRD)


77.919




0,21




1




26.


Partai Republik Indonesis Merdeka (PRIM)


72.523




0,19




1




27.


Angkatan Comunis Muda (Acoma)


64.514




0,17




1




28.


R.Soedjono Prawirisoedarso


53.306




0,14




1




29.


Lain-lain


1.022.433




2,71




-




Jumlah




37.785.299




100,00




257



Sangat disayangkan, kisah sukses Pemilu
1955 akhirnya tidak bisa dilanjutkan dan hanya menjadi catatan emas
sejarah. Pemilu pertama itu tidak berlanjut dengan pemilu kedua lima
tahun beri-kutnya, meskipun tahun 1958 Pejabat Presiden Sukarno sudah
melantik Panitia Pemilihan Indonesia II. Yang terjadi kemudian adalah
berubahnya format politik dengan keluarnya Dekrit Presiden 5 Juli 1959,
sebuah keputusan presiden untuk membubarkan Konstituante dan pernyataan
kembali ke UUD 1945



PEMILIHAN UMUM TAHUN 1971



Setelah pemilu pertama tahun 1955,
Indonesia baru melakukan pemilu kembali pada tanggal 5 Juli 1971,
pertama di jaman Orde Baru dibawah pemerintahan Presiden Kedua
Indonesia, Bpk (alm) Soeharto. Pada pemilu kali ini, terdapat 9 partai
politik dan 1 organisasi masyarakat yang berpartisipasi.
























































1.Partai Katolik603.7401,103
2.Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII)1.308.2372,3910
3.Partai Nahdlatul Ulama10.213.65018,6858
4.Partai Muslimin Indonesia (Parmusi)2.930.7465,3624
5.Golongan Karya (Golkar)34.348.67362,82236
6.Partai Kristen Indonesia (Parkindo)733.3591,347
7.Partai Musyawarah Rakyat Banyak (Murba)48.1260,080
8.Partai Nasional Indonesia (PNI)3.793.2666,9320
9.Partai Islam (PERTI)381.3090,692
10.Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI)338.4030,610
Jumlah54.669.509100,00360
PEMILIHAN UMUM TAHUN 1977-1997


Pemilu pada periode ini, dilakukan setiap
5 tahun sekali, mulai tahun 1977, 1982, 1987, 1992, dan 1997 dengan 3
peserta yaitu Golongan Karya (GolKar), Partai Demokrasi Indonesia (PDI),
dan Partai Pembangunan Persatuan (PPP). Peserta pemilu kali ini lebih
sedikit dibanding pemilu sebelumnya. Ini terjadi setelah sebelumnya
pemerintah bersama-sama dengan DPR berusaha menyederhanakan jumlah
partai dengan membuat UU No. 3 Tahun 1975 tentang Partai Politik dan
Golkar. Kedua partai itu adalah Partai Persatuan Pembangunan atau PPP
dan Partai Demokrasi Indonesia atau PDI) dan satu Golongan Karya atau
Golkar. Dalam setiap kali digelar pemilu, partai golkar selalu menduduki
peringkat pertama perolehan kursi di DPR dengan meraih lebih dari 62%
suara dalam setiap gelaran pemilu, diikuti oleh PPP dan terakhir PDI.
Tabel di


Pemilu 1977

































No.PartaiSuara%Kursi% (1971)Keterangan
1.Golkar39.750.09662,1123262,80- 0,69
2.PPP18.743.49129,299927,12+ 2,17
3.PDI5.504.7578,602910,08- 1,48
Jumlah63.998.344100,00360100,00
Pemilu 1982

































No.PartaiSuara DPR%Kursi% (1977)Keterangan
1.Golkar48.334.72464,3424262,11+ 2,23
2.PPP20.871.88027,789429,29- 1,51
3.PDI5.919.7027,88248,60- 0,72
Jumlah75.126.306100,00364100,00
Pemilu 1987

































No.Partai


Suara


%Kursi% (1982)Keterangan
1.Golkar62.783.68073,1629968,34+ 8,82
2.PPP13.701.42815,976127,78- 11,81
3.PDI9.384.70810,87407,88+ 2,99
Jumlah85.869.816100,00400

Pemilu 1992

































No.PartaiSuara%Kursi% (1987)Keterangan
1.Golkar66.599.33168,1028273,16- 5,06
2.PPP16.624.64717,016215,97+ 1,04
3.PDI14.565.55614,895610,87+ 4.02
Jumlah97.789.534100,00400100,00
Pemilu 1997

































No.PartaiSuara%Kursi% (1992)Keterangan
1.Golkar84.187.90774,5132568,10+ 6,41
2.PPP25.340.02822,438917,00+ 5,43
3.PDI3.463.2253,061114,90- 11,84
Jumlah112.991.150100,00425100,00
PEMILIHAN UMUM TAHUN 1999


Setelah Presiden Soeharto dilengserkan
dari kekuasaannya pada tanggal 21 Mei 1998 jabatan presiden digantikan
oleh Wakil Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie. Atas desakan publik,
Pemilu yang baru atau dipercepat segera dilaksanakan, sehingga
hasil-hasil Pemilu 1997 segera diganti. Kemudian ternyata bahwa Pemilu
dilaksanakan pada 7 Juni 1999, atau 13 bulan masa kekuasaan Habibie.
Pada saat itu untuk sebagian alasan diadakannya Pemilu adalah untuk
memperoleh pengakuan atau kepercayaan dari publik, termasuk dunia
internasional, karena pemerintahan dan lembaga-lembaga lain yang
merupakan produk Pemilu 1997 sudah dianggap tidak dipercaya. Hal ini
kemudian dilanjutkan dengan penyelenggaraan Sidang Umum MPR untuk
memilih presiden dan wakil presiden yang baru. Pemilu ini dilakukan
untuk memilih anggota DPR, DPRD Tingkat I, dan DPRD Tingkat II.







































































































































































































































































































1.Partai Indonesia Baru192.7120,18%00,00%
2.Partai Kristen Nasional Indonesia369.7190,35%00,00%
3.Partai Nasional Indonesia377.1370,36%00,00%
4.Partai Aliansi Demokrat Indonesia85.8380,08%00,00%
5.Partai Kebangkitan Muslim Indonesia289.4890,27%00,00%
6.Partai Ummat Islam269.3090,25%00,00%
7.Partai Kebangkitan Ummat300.0640,28%10,22%
8.Partai Masyumi Baru152.5890,14%00,00%
9.Partai Persatuan Pembangunan11.329.90510,71%5812,55%
10.Partai Syarikat Islam Indonesia375.9200,36%10,22%
11.Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan35.689.07333,74%15333,12%
12.Partai Abul Yatama213.9790,20%00,00%
13.Partai Kebangsaan Merdeka104.3850,10%00,00%
14.Partai Demokrasi Kasih Bangsa550.8460,52%51,08%
15.Partai Amanat Nasional7.528.9567,12%347,36%
16.Partai Rakyat Demokratik78.7300,07%00,00%
17.Partai Syarikat Islam Indonesia 1905152.8200,14%00,00%
18.Partai Katolik Demokrat216.6750,20%00,00%
19.Partai Pilihan Rakyat40.5170,04%00,00%
20.Partai Rakyat Indonesia54.7900,05%00,00%
21.Partai Politik Islam Indonesia Masyumi456.7180,43%10,22%
22.Partai Bulan Bintang2.049.7081,94%132,81%
23.Partai Solidaritas Pekerja Seluruh Indonesia61.1050,06%00,00%
24.Partai Keadilan1.436.5651,36%71,51%
25.Partai Nahdlatul Ummat679.1790,64%51,08%
26.Partai Nasional Indonesia – Front Marhaenis365.1760,35%10,22%
27.Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia328.6540,31%10,22%
28.Partai Republik328.5640,31%00,00%
29.Partai Islam Demokrat62.9010,06%00,00%
30.Partai Nasional Indonesia – Massa Marhaen345.6290,33%10,22%
31.Partai Musyawarah Rakyat Banyak62.0060,06%00,00%
32.Partai Demokrasi Indonesia345.7200,33%20,43%
33.Partai Golongan Karya23.741.74922,44%12025,97%
34.Partai Persatuan655.0520,62%10,22%
35.Partai Kebangkitan Bangsa13.336.98212,61%5111,03%
36.Partai Uni Demokrasi Indonesia140.9800,13%00,00%
37.Partai Buruh Nasional140.9800,13%00,00%
38.Partai Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong204.2040,19%00,00%
39.Partai Daulat Rakyat427.8540,40%20,43%
40.Partai Cinta Damai168.0870,16%00,00%
41.Partai Keadilan dan Persatuan1.065.6861,01%40,87%
42.Partai Solidaritas Pekerja49.8070,05%00,00%
43.Partai Nasional Bangsa Indonesia149.1360,14%00,00%
44.Partai Bhinneka Tunggal Ika Indonesia364.2910,34%10,22%
45.Partai Solidaritas Uni Nasional Indonesia180.1670,17%00,00%
46.Partai Nasional Demokrat96.9840,09%00,00%
47.Partai Ummat Muslimin Indonesia49.8390,05%00,00%
48.Partai Pekerja Indonesia63.9340,06%00,00%
Jumlah105.786.661100,00%462100,00%


Pemilu tahun 1999 merupakan pemilu
pertama sejak zaman orde baru runtuh dan dimulailah era reformasi di
Indonesia. Setelah tahun 1999, Indonesia pun kembali melakukan pemilu
setiap lima tahun sekali secara langsung. Bahkan pemilu 2004 merupakan
pemilu pertama kali di Indonesia dimana setiap warga negara Indonesia
yang mempunyai hak pilih, dapat memilih langsung presiden dan wakilnya
selain pemilu untuk memilih anggota DPR, DPRD Tingkat I, dan DPRD
tingkat II. Selain itu, sejak pemilu 2004, juga dilakukan pemilihan
Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Pada pemilu tahun 2004 dan 2009,
ditetapkan parliamentary threshold (PT) sebesar 2.5%. Apabila partai
politik yang memperoleh suara dengan persentase kurang dari 2,50% tidak
berhak memperoleh kursi di DPR.


Pemilu 2004












































































































































































1.Partai Golongan Karya24.480.75721,58%12823,27%Lolos
2.Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan21.026.62918,53%10919,82%Lolos
3.Partai Kebangkitan Bangsa11.989.56410,57%529,45%Lolos
4.Partai Persatuan Pembangunan9.248.7648,15%5810,55%Lolos
5.Partai Demokrat8.455.2257,45%55*10,00%Lolos
6.Partai Keadilan Sejahtera8.325.0207,34%458,18%Lolos
7.Partai Amanat Nasional7.303.3246,44%53*9,64%Lolos
8.Partai Bulan Bintang2.970.4872,62%112,00%Lolos
9.Partai Bintang Reformasi2.764.9982,44%14*2,55%Lolos
10.Partai Damai Sejahtera2.414.2542,13%13*2,36%Lolos
11.Partai Karya Peduli Bangsa2.399.2902,11%20,36%Lolos
12.Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia1.424.2401,26%10,18%Lolos
13.Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan1.313.6541,16%4*0,73%Lolos
14.Partai Nasional Banteng Kemerdekaan1.230.4551,08%0*0,00%Tidak lolos
15.Partai Patriot Pancasila1.073.1390,95%00,00%Tidak lolos
16.Partai Nasional Indonesia Marhaenisme923.1590,81%10,18%Lolos
17.Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia895.6100,79%00,00%Tidak lolos
18.Partai Pelopor878.9320,77%3*0,55%Lolos
19.Partai Penegak Demokrasi Indonesia855.8110,75%10,18%Lolos
20.Partai Merdeka842.5410,74%00,00%Tidak lolos
21.Partai Sarikat Indonesia679.2960,60%00,00%Tidak lolos
22.Partai Perhimpunan Indonesia Baru672.9520,59%00,00%Tidak lolos
23.Partai Persatuan Daerah657.9160,58%00,00%Tidak lolos
24.Partai Buruh Sosial Demokrat636.3970,56%00,00%Tidak lolos
Jumlah113.462.414100,00%550100,00%
Pemilu 2009















































































































































































































































































1Partai Hati Nurani Rakyat3.922.8703,77%183,21%Lolos
2Partai Karya Peduli Bangsa1.461.1821,40%00,00%Tidak lolos
3Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia745.6250,72%00,00%Tidak lolos
4Partai Peduli Rakyat Nasional1.260.7941,21%00,00%Tidak lolos
5Partai Gerakan Indonesia Raya4.646.4064,46%264,64%Lolos
6Partai Barisan Nasional761.0860,73%00,00%Tidak lolos
7Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia934.8920,90%00,00%Tidak lolos
8Partai Keadilan Sejahtera8.206.9557,88%5710,18%Lolos
9Partai Amanat Nasional6.254.5806,01%437,68%Lolos
10Partai Perjuangan Indonesia Baru197.3710,19%00,00%Tidak lolos
11Partai Kedaulatan437.1210,42%00,00%Tidak lolos
12Partai Persatuan Daerah550.5810,53%00,00%Tidak lolos
13Partai Kebangkitan Bangsa5.146.1224,94%274,82%Lolos
14Partai Pemuda Indonesia414.0430,40%00,00%Tidak lolos
15Partai Nasional Indonesia Marhaenisme316.7520,30%00,00%Tidak lolos
16Partai Demokrasi Pembaruan896.6600,86%00,00%Tidak lolos
17Partai Karya Perjuangan351.4400,34%00,00%Tidak lolos
18Partai Matahari Bangsa414.7500,40%00,00%Tidak lolos
19Partai Penegak Demokrasi Indonesia137.7270,13%00,00%Tidak lolos
20Partai Demokrasi Kebangsaan671.2440,64%00,00%Tidak lolos
21Partai Republika Nusantara630.7800,61%00,00%Tidak lolos
22Partai Pelopor342.9140,33%00,00%Tidak lolos
23Partai Golongan Karya15.037.75714,45%10719,11%Lolos
24Partai Persatuan Pembangunan5.533.2145,32%376,61%Lolos
25Partai Damai Sejahtera1.541.5921,48%00,00%Tidak lolos
26Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia468.6960,45%00,00%Tidak lolos
27Partai Bulan Bintang1.864.7521,79%00,00%Tidak lolos
28Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan14.600.09114,03%9516,96%Lolos
29Partai Bintang Reformasi1.264.3331,21%00,00%Tidak lolos
30Partai Patriot547.3510,53%00,00%Tidak lolos
31Partai Demokrat21.703.13720,85%15026,79%Lolos
32Partai Kasih Demokrasi Indonesia324.5530,31%00,00%Tidak lolos
33Partai Indonesia Sejahtera320.6650,31%00,00%Tidak lolos
34Partai Kebangkitan Nasional Ulama1.527.5931,47%00,00%Tidak lolos
41Partai Merdeka111.6230,11%00,00%Tidak lolos
42Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia146.7790,14%00,00%Tidak lolos
43Partai Sarikat Indonesia140.5510,14%00,00%Tidak lolos
44Partai Buruh265.2030,25%00,00%Tidak lolos
Jumlah104.099.785100,00%560100,00%
PEMILIHAN UMUM 2014 (INDONESIA ELECTION 2014)


Pada tahun 2014, seluruh rakyat
Indonesia kembali akan melakukan pesta demokrasi terbesar yaitu
pemilihan umum untuk menentukan tidak hanya anggota DPR, DPRD Tingkat 1,
DPRD Tingkat 2, dan DPD, tetapi juga memilih presiden dan wakil
presiden negeri ini. Pemilu legislatif akan dilakukan pada tanggal 09
April 2014 dan pemilu presiden akan dilakukan pada tanggal 09 Juli 2014.


Pemilu Legislatif


Dalam pelaksanaan pemilu legislatif,
terdapat 12 partai politik skala nasional dan 3 partai lokal (khusus
untuk Provinsi Nangroe Aceh Darrusalam). Berikut ini merupakan nama-nama
peserta pemilu 2014


Partai Politik NasionalPartai Politik Lokal Aceh


Dalam undang-undang pemilihan umum
terbaru yaitu UU Nomor 8 Tahun Tahun 2012, ambang batas
parlemen (parliamentary threshold/PT) untuk DPR ditetapkan sebesar 3,5%,
naik dari Pemilu 2009 yang sebesar 2,5%.



Pemilu Presiden 2014

Pemilu presiden 2014 akan menjadi pemilihan presiden dan wakil presiden
Indonesia ketiga kalinya yang dilaksanakan secara langsung. Pemilu
presiden akan dilaksanakan pada tanggal 09 Juli 2014. Sebuah partai
politik atau koalisi partai politik yang memenangkan 25 persen suara sah
atau memperoleh paling sedikit 20 persen kursi DPR dapat mengajukan
calon untuk pasangan Presiden dan Wakil Presiden.


Hingga saat ini, baru ada 2 pasang kandidat calon presiden yang telah mendeklarasikan diri untuk maju dalam pemilu presiden 2014.

















-
Joko Widodo (PDIP)Gubernur DKI Jakarta 2012 – 2017- Jusuf Kala
Prabowo Subianto (Gerindra)Mantan Panglima KOSTRAD dan Komandan Jendral Kopassus, Ketua Umum Dewan Pembina Partai Gerindra- Hatta Rajasa




Source

No comments:

Post a Comment