Wednesday, January 9, 2019

Pemilu Pertama 1955

PERTAMA

1955

OLEH

VANIA INTANDIA / 31

VERALITA KORINT P / 32

YOEL IVAN O / 33

YUNIARHIZA SRIKANDI / 34

ZERLINA CLEANTHA / 35

XII MIPA 3

➢ Selama masa Presiden Soekarno (1945-1965), yang melewati

beberapa era seperti Revolusi fisik, Demokrasi Parlementer,

dan Demokrasi Terpimpin, hanya sekali terjadi Pemilu,

yaitu Pemilu 1955.

➢ Pemilu ini terjadi pada masa pemerintahan Perdana Menteri

Buhanuddin Harahap dari Masyumi (29 Juli 1955-2Maret

1956).

➢ Akan tetapai peraturan yang dijadikan landasan dalam

pemilihan umum 1955 adalah Undang-Undang Nomor 7

Tahun 1953 yang telah disusun pada masa pemerintahan

Perdana Menteri Wilopo dari PNI (30 Maret 1952-2 Juli 1953)

3

Latar

Belakang

Pemilu

Pertama 1955

Latar Belakang Pemilu Pertama

1955

• Revolusi fisik/perang

kemerdekaan,

menuntut semua

potensi bangsa

untuk memfokuskan

diri pada usaha

mempertahankan

kemerdekaan.



5

• Pertikaian Internal, baik dalam lembaga politik maupun pemerintah

cukup menguras energi dan perhatian.

• Belum adanya UU pemilu yang mengatur tentang pelaksanaan

pemilu (UU pemilu baru disahkan pada tanggal 4 April 1953 yang

dirancang dan disahkan oleh kabinet wilopo)




6



Tujuan

Pemilu

Pertama

1955

7

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1953, Pemilu 1955

dilakukan untuk memilih anggota-anggota parlemen (DPR) dan

Konstituante. Adapun sistem Pemilu yang digunakan adalah sistem

perwakilan proporsional, yaitu wilayah negara RI dibagi dalam 16

daerah pemilihan (dimana Irian Barat dimasukkan sebagai daerah

pemilihan ke-16, padahal Irian Barat masih dikuasai oleh Belanda,

sehingga pemilu tidak dapat dilangsungkan didaerah tersebut)

Dalam sistem perwakilan proporsional setiap daerah pemilihan

mendapat sejumlah kursi berdasarkan jumlah penduduknya, dengan

ketentuan setiap daerah berhak mendapat jatah minimum enam kursi

di Konstituante dan tiga di Parlemen.



8

Adapun Jumlah kursi DPR yang diperebutkan berjumlah 257,

sedangkan kursi Konstituante berjumlah 514 (dua kali lipat kursi

DPR).

Selain pemilihan DPR dan Konstituante, juga diadakan pemilihan

DPRD yang dilaksanakan secara terpisah antara Indonesia Bagian

Barat dan Indonesia Bagian Timur. Dengan dipisahnya waktu

penyelenggaraan pemilu DPR, Konstituante, dan DPRD, pemilu

menjadi fokus. Konstituen pemilih memiliki pertimbangan yang

lebih rasional sebelum memilih, tidak sekedar memilih hanya

karena kedekatan emosional. Pemilu diselenggarakan secara

sederhana karenanya tidak menyerap biaya negara terlalu besar.


9

Kronologi

Pemilihan

Umum Pertama

1955

Kronologi Pemilu Pertama 1955

➢ Pendaftaran pemilih dimulai

sejak bulan Mei 1954 dan baru

selesai pada November.

Tercatat 43.104.464 warga

memenuhi syarat. (87% yang

menggunakan hak pilihnya)

➢ Keseluruhan peserta pemilu

pada saat itu mencapai 172

tanda gambar.



11

➢ Pada pelaksanaan,

Indonesia dibagi menjadi 16

daerah pemilihan yang

meliputi 208 kabupaten,

2.139 kecamatan, dan

43.429 desa.

➢ Pemilu saat itu berjalan

tertib, disiplin, serta tanpa

politik uang dan tekanan

pihak manapun.  Pemilu

paling demokratis

12

Kampanye PKI pada Pemilu 1955




Surat Suara Pemilu DPR 1955




13



Hasil

Pemilu

Pertama

1955

14

Hasil Pemilu 1955

Pemilu tahun 1955 diselenggarakan dalam dua tahap. Tahap-tahap tersebut

antara lain:

➢ Tahap 1 (29 September 1955), dilaksanakan untuk memilih anggota DPR

➢ Tahap 2 (15 Desember 1955), dilaksanakan untuk memilih anggota

Dewan Konstituante

Diikuti oleh 37,8 juta penduduk Indonesia

Ada 6% warga yang tidak menggunakan hak pilihnya karena sakit, meninggal

dunia maupun menolak adanya pemilu seperti Suku Samin, Kelompok Si Raja

Batak, dll



15

Hasil Pemilu 1955

Hasil Pemilu 1955 didominasi/dimenangkan oleh 4 partai besar, yaitu

1. Partai Nasional Indonesia

2. Masyumi

3. Nadhlatul Ulama

4. Partai Komunis Indonesia




16

Hasil Pemilu DPR 1955

• Memperebutkan 257 kursi

DPR. (3 kursi untuk wakil

Irian Barat)

• Diikuti oleh 36 parpol, 34

organisasi, dan 48 calon

perorangan.

• Diangkat juga 6 anggota

parlemen mewakili

Tionghoa dan 6 orang

mewakili Eropa)




17

Hasil Pemilu

Konstituante 1955

• Memperebutkan 514 kursi

Konstituante ( 6 kursi untuk

wakil Irian Barat)

• Diikuti oleh 39 parpol, 23

organisasi, dan 29 calon

perorangan.




18

Hasil Pemilu 1955

Pelantikan hasil Pemilu 1955 dilaksanakan dalam 2 tahap yaitu :

1. Pelantikan DPR pada 20 Maret 1956

2. Pelantikan Dewan Konstituante pada 10 November 1956




19

Kelebihan

dan

Kekurangan

Pemilu 1955

 Tingkat partisipasi rakyat sangat besar,

ada sekitar 90% dari semua warga yang

punya hak pilih ikut berpartisipasi.

Kelebihan  Lebih dari 39 juta orang memberikan

hak suaranya dan mewakili 91,5% dari

Pemilu 1955 para pemilih terdaftar

 Prosentase suara sah yang besar, ada

80% dari suara yang masuk. Padahal

70%+ penduduk Indonesia masih buta

huruf

 Pemilu berjalan aman, tertib dan

disiplin serta jauh dari unsur kekerasan

dan kecurangan

Adanya krisis Ketatanegaraan. Hal tersebut

memicu lahirnya Dekrit Presiden tanggal 5 Juli

1959. Ini merupaman amkibat dari kegagalan

Kekurangan Dewan Konstituante dalam menghasilkan

Pemilu 1955 konstitusi baru.

Tidak ada parpol yang memperoleh suara

mayoritas mutlak. Tida adanya pemenang

mayoritas pada saat itu mengakibatkan sistem

pemerintahan tak stabil karena kekuasaan

terbagi bagi ke dalam berbagai aliran politik.

Kekecewaan di Partai Politik. Jumlah partai

lebih bertambah banyak dari pada berkurang,

dengan dua puluh delapan partai mendapat

kursi, padahal sebelumnya hanya dua puluh

partai yang mendapat kursi.

Terima

Kasih


23


Source

No comments:

Post a Comment