PERTAMA
1955
OLEH
VANIA INTANDIA / 31
VERALITA KORINT P / 32
YOEL IVAN O / 33
YUNIARHIZA SRIKANDI / 34
ZERLINA CLEANTHA / 35
XII MIPA 3
➢ Selama masa Presiden Soekarno (1945-1965), yang melewati
beberapa era seperti Revolusi fisik, Demokrasi Parlementer,
dan Demokrasi Terpimpin, hanya sekali terjadi Pemilu,
yaitu Pemilu 1955.
➢ Pemilu ini terjadi pada masa pemerintahan Perdana Menteri
Buhanuddin Harahap dari Masyumi (29 Juli 1955-2Maret
1956).
➢ Akan tetapai peraturan yang dijadikan landasan dalam
pemilihan umum 1955 adalah Undang-Undang Nomor 7
Tahun 1953 yang telah disusun pada masa pemerintahan
Perdana Menteri Wilopo dari PNI (30 Maret 1952-2 Juli 1953)
3
Latar
Belakang
Pemilu
Pertama 1955
Latar Belakang Pemilu Pertama
1955
• Revolusi fisik/perang
kemerdekaan,
menuntut semua
potensi bangsa
untuk memfokuskan
diri pada usaha
mempertahankan
kemerdekaan.
5
• Pertikaian Internal, baik dalam lembaga politik maupun pemerintah
cukup menguras energi dan perhatian.
• Belum adanya UU pemilu yang mengatur tentang pelaksanaan
pemilu (UU pemilu baru disahkan pada tanggal 4 April 1953 yang
dirancang dan disahkan oleh kabinet wilopo)
6
“
Tujuan
Pemilu
Pertama
1955
7
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1953, Pemilu 1955
dilakukan untuk memilih anggota-anggota parlemen (DPR) dan
Konstituante. Adapun sistem Pemilu yang digunakan adalah sistem
perwakilan proporsional, yaitu wilayah negara RI dibagi dalam 16
daerah pemilihan (dimana Irian Barat dimasukkan sebagai daerah
pemilihan ke-16, padahal Irian Barat masih dikuasai oleh Belanda,
sehingga pemilu tidak dapat dilangsungkan didaerah tersebut)
Dalam sistem perwakilan proporsional setiap daerah pemilihan
mendapat sejumlah kursi berdasarkan jumlah penduduknya, dengan
ketentuan setiap daerah berhak mendapat jatah minimum enam kursi
di Konstituante dan tiga di Parlemen.
8
Adapun Jumlah kursi DPR yang diperebutkan berjumlah 257,
sedangkan kursi Konstituante berjumlah 514 (dua kali lipat kursi
DPR).
Selain pemilihan DPR dan Konstituante, juga diadakan pemilihan
DPRD yang dilaksanakan secara terpisah antara Indonesia Bagian
Barat dan Indonesia Bagian Timur. Dengan dipisahnya waktu
penyelenggaraan pemilu DPR, Konstituante, dan DPRD, pemilu
menjadi fokus. Konstituen pemilih memiliki pertimbangan yang
lebih rasional sebelum memilih, tidak sekedar memilih hanya
karena kedekatan emosional. Pemilu diselenggarakan secara
sederhana karenanya tidak menyerap biaya negara terlalu besar.
9
Kronologi
Pemilihan
Umum Pertama
1955
Kronologi Pemilu Pertama 1955
➢ Pendaftaran pemilih dimulai
sejak bulan Mei 1954 dan baru
selesai pada November.
Tercatat 43.104.464 warga
memenuhi syarat. (87% yang
menggunakan hak pilihnya)
➢ Keseluruhan peserta pemilu
pada saat itu mencapai 172
tanda gambar.
11
➢ Pada pelaksanaan,
Indonesia dibagi menjadi 16
daerah pemilihan yang
meliputi 208 kabupaten,
2.139 kecamatan, dan
43.429 desa.
➢ Pemilu saat itu berjalan
tertib, disiplin, serta tanpa
politik uang dan tekanan
pihak manapun. Pemilu
paling demokratis
12
Kampanye PKI pada Pemilu 1955
Surat Suara Pemilu DPR 1955
13
“
Hasil
Pemilu
Pertama
1955
14
Hasil Pemilu 1955
Pemilu tahun 1955 diselenggarakan dalam dua tahap. Tahap-tahap tersebut
antara lain:
➢ Tahap 1 (29 September 1955), dilaksanakan untuk memilih anggota DPR
➢ Tahap 2 (15 Desember 1955), dilaksanakan untuk memilih anggota
Dewan Konstituante
Diikuti oleh 37,8 juta penduduk Indonesia
Ada 6% warga yang tidak menggunakan hak pilihnya karena sakit, meninggal
dunia maupun menolak adanya pemilu seperti Suku Samin, Kelompok Si Raja
Batak, dll
15
Hasil Pemilu 1955
Hasil Pemilu 1955 didominasi/dimenangkan oleh 4 partai besar, yaitu
1. Partai Nasional Indonesia
2. Masyumi
3. Nadhlatul Ulama
4. Partai Komunis Indonesia
16
Hasil Pemilu DPR 1955
• Memperebutkan 257 kursi
DPR. (3 kursi untuk wakil
Irian Barat)
• Diikuti oleh 36 parpol, 34
organisasi, dan 48 calon
perorangan.
• Diangkat juga 6 anggota
parlemen mewakili
Tionghoa dan 6 orang
mewakili Eropa)
17
Hasil Pemilu
Konstituante 1955
• Memperebutkan 514 kursi
Konstituante ( 6 kursi untuk
wakil Irian Barat)
• Diikuti oleh 39 parpol, 23
organisasi, dan 29 calon
perorangan.
18
Hasil Pemilu 1955
Pelantikan hasil Pemilu 1955 dilaksanakan dalam 2 tahap yaitu :
1. Pelantikan DPR pada 20 Maret 1956
2. Pelantikan Dewan Konstituante pada 10 November 1956
19
Kelebihan
dan
Kekurangan
Pemilu 1955
Tingkat partisipasi rakyat sangat besar,
ada sekitar 90% dari semua warga yang
punya hak pilih ikut berpartisipasi.
Kelebihan Lebih dari 39 juta orang memberikan
hak suaranya dan mewakili 91,5% dari
Pemilu 1955 para pemilih terdaftar
Prosentase suara sah yang besar, ada
80% dari suara yang masuk. Padahal
70%+ penduduk Indonesia masih buta
huruf
Pemilu berjalan aman, tertib dan
disiplin serta jauh dari unsur kekerasan
dan kecurangan
Adanya krisis Ketatanegaraan. Hal tersebut
memicu lahirnya Dekrit Presiden tanggal 5 Juli
1959. Ini merupaman amkibat dari kegagalan
Kekurangan Dewan Konstituante dalam menghasilkan
Pemilu 1955 konstitusi baru.
Tidak ada parpol yang memperoleh suara
mayoritas mutlak. Tida adanya pemenang
mayoritas pada saat itu mengakibatkan sistem
pemerintahan tak stabil karena kekuasaan
terbagi bagi ke dalam berbagai aliran politik.
Kekecewaan di Partai Politik. Jumlah partai
lebih bertambah banyak dari pada berkurang,
dengan dua puluh delapan partai mendapat
kursi, padahal sebelumnya hanya dua puluh
partai yang mendapat kursi.
Terima
Kasih
23
Source
No comments:
Post a Comment