Sunday, January 20, 2019

Kompleksitas Pemilu 2019

PEMILU SERENTAK 2019

Pramono Ubaid Tanthowi, MA.

Komisioner KPU RI


Semarang, 16 Desember 2017

ASPEK LEGAL

UU 7/2017 menyediakan landasan hukum bagi
pelaksanaan pemilu serentak (antara pemilu DPR.
serta UU Penyelenggara Pemilu.
DPD. dan DPRD. DPD.
UU 7/2017 merupakan kodifikasi dari: UU Pemilu DPR.
dan DPRD. 14/PUU-IX/2013
yang mengatur pemilu serentak tahun 2019.
. UU Pemilu Presiden dan Wakil Presiden. dengan pemilu presiden dan wakil presiden).
Pemenuhan terhadap putusan MK No.


KPU: DPT Pilkada menjadi
DPS Pemilu 2019.
.
 Jumlah PPK: 5 untuk Pilkada 2018.IRISAN PILKADA 2018 – PEMILU 2019
 Tahapan Pilkada 2018 berlangsung bersamaan dengan tahapan-
tahapan Pemilu 2019.
 Pendaftaran Caleg berdekatan dengan akhir tahapan Pilkada:
Pengajuan daftar caleg: 4-17 Juli 2018.
 Terjadi tumpang tindih tahapan pelaksanaan 2 jenis pemilu. 3 untuk Pemilu 2019.
Coklit Pemilu 2019: mulai 17 April 2018.
 DPT: Penetapan DPT Pilkada tingkat Kab/Kota 13-19 April 2018. Tidak dilakukan Coklit ulang.


Kalbar. Jateng. Alokasi Kursi per Dapil C. DPRD Prov/Kab/Kota 3-12 kursi

D. DPR RI 3-10 kursi
b.DAPIL DAN ALOKASI KURSI
PEMILU 2014 PEMILU 2019
A. DPR RI 80 Dapil (Kaltara. DPR RI 77 Dapil a.
b. Alokasi Kursi per Dapil
a. DPR RI 3-10 kursi a. DPRD Provinsi 259 Dapil NTB)
b. Jumlah Dapil D.5% B. Kaltara. Jumlah kursi DPR 560 A. DPRD Prov/Kab/Kota 3-12 kursi b. DPRD Provinsi 272 Dapil
(penambahan kursi di Jabar. Ambang Batas Parlemen 4%
C. Jumlah Dapil
a.
Jatim. Kaltim)
. Ambang Batas Parlemen 3. Jumlah kursi DPR 575
B.


BESARAN DAERAH PEMILIHAN


DAPIL KECIL 2 – 5 KURSI


DAPIL SEDANG 6 – 10 KURSI


DAPIL BESAR > 11 KURSI
.


3 – 12 KURSI
PILIHAN
UNTUK 3 – 10 KURSI
DPRD
3 – 8 KURSI
.



• Dapil kecil cenderung mendorong penyederhanaan sistem
kepartaian (Ambang batas terselubung.IMPLIKASI DAPIL DAN ALOKASI KURSI
Secara teoritik:
• Dapil kecil menguntungkan partai besar.
Tanpa perubahan aturan. hidden threshold). dan dapil besar
menguntungkan partai kecil. tidak akan ada implikasi politik
apapun terkait dengan dapil dan alokasi kursi.
.


KEBIJAKAN TENTANG DAPIL
Dapil pada Pemilu 2014 dapat dipertahankan komposisinya.
o Perubahan jumlah penduduk.
.
o Daerah pemekaran paska 2013. yang berakibat perubahan jumlah
kursi DPRD.
o Penambahan atau pengurangan jumlah penduduk kecamatan.
Realokasi dilakukan jika:
o Penataan Dapil 2014 tidak sesuai prinsip-prinsip yang benar.
o Kabupaten/Kota induk.
o Atau sebab-sebab lain yang dapat dipertanggungjawabkan.



Sejak pemilu 1999.
.
o Tidak terjadi konsentrasi perolehan suara untuk
penyederhanaan sistem kepartaian.PENGUATAN SISTEM PRESIDENSIALISME?
Salah satu tujuan penyerentakan pemilu 2019 adalah
penguatan sistem pemerintahan presidensialisme (serta
penyederhanaan sistem kepartaian).
o Fragmentasi menguat: kursi terdistribusi makin merata. terjadi volatilitas tinggi:
o Selalu terjadi perubahan pemenang pemilu.


00%
Demokrat
20.00%
PDIP
15.00%

30.00%
Pemilu 1999 Pemilu 2004 Pemilu 2009 Pemilu 2014
.00%

0.VOLATILITAS DARI PEMILU KE PEMILU
40.00%

5.00% Golkar

10.00%

25.00%

35.



• Desain surat suara: pasal 342 ayat (1).COATTAIL EFFECT?
Instrumen coattail effect:
• Kampanye serentak: pasal 267 ayat (2).
Pemilu serentak diharap mendorong pemilih untuk memilih
parpol yang mendukung Pasangan Capres-Cawapres tertentu.
Pemilu serentak 2019 diharapkan mendorong konsentrasi
perolehan suara parpol.
• Hari pemungutan suara: pasal 347 ayat (1).
. sehingga terjadi penyederhanaan
sistem kepartaian.



 Yang paling mungkin terjadi: semua terfokus pada isu-isu tentang
Capres-Cawapres. dan
Pasangan Capres-Cawapres.
.
 Terjadi tumpang tindih antara isu-isu lokal-nasional.
 Caleg kesulitan dalam mengkampanyekan Capres-Cawapres. lokal-nasional. serta isu-isu
eksekutif-legislatif.
 Pemilih kesulitan mengenal profil serta visi-misi partai.KOMPLEKSITAS KAMPANYE
 UU 7/2017 berimplikasi pada keserentakan pemilu yang tumpang
tindih: eksekutif-legislatif. dan dirinya sendiri.
Parpol. caleg.


dst..
 Suara sah setiap partai dibagi dengan angka 1.. urutan 3
mendapat kursi ke-3. dst.
 Hasil pembagian diurutkan dari yg paling besar: urutan 1
mendapat kursi ke-1. 3. 9.
Cara menghitung dengan Sainte Lague:
 Hitung suara sah setiap parpol di satu Dapil. hingga habis seluruh alokasi kursi
yang tersedia.METODE KONVERSI SUARA
UU 7/2017 menggunakan metode Divisor Sainte
Lague/Webster. urutan 2 mendapat kursi ke-2. 5.
. 7.


4286
.8 55089.6667 17458.2857 1

PDIP 497347 497347 1 165782.4 10 71049.85714

PKB 385629 385629 2 128543 8 77125.6667 13490.3333 39329 28092.8 12438.2 9635.4286

Hanura 87069 87069 29023 17413.6 12470.333 6 99469.8 19092 1

Gerindra 250459 250459 3 83486.1429 1

PPP 87293 87293 29097.3333 50091.8571 2

PKS 102720 102720 9 34240 20544 14674. SIMULASI SAINTE LAGUE
Dapil JATIM 1
Jumlah Kursi Yang diperebutkan 10

Partai Suara V/1 Ranks V/3 Ranks V/5 Ranks V/7 Ranks Seat

Nasdem 67451 67451 22483.8571 1

Demokrat 186270 186270 5 62090 37254 26610 1

PAN 196645 196645 4 65548.8 35779.5714 3

Golkar 133644 133644 7 44548 26728.


perolehan suara
nasional tidak banyak berubah. PKS. PDIP. Demokrat.
o Sedang PAN. jika dapil diperkecil: 6-8
atau 3-6.
.
 Dibanding dengan Kuota Hare (Pemilu 2014).IMPLIKASI METODE SAINTE LAGUE
 Apakah menguntungkan parpol besar? Sama sekali tidak. dan Hanura mendapat tambahan (1-
4) kursi.
o Golkar.
 Akan mengalami perubahan signifikan. PPP. Gerindra. dan PKB akan mengalami pengurangan
(1-3) kursi.


1 2.8
DEMOKRAT 12724509 61 62

PAN 9459415 48 45

PPP 8152957 39 40

HANURA 6575391 16 17

PBB 1822908 0 0

PKPI 1142067 0 0
.PERBANDINGAN SUARA NASIONAL
JUMLAH KURSI DIVISOR
PEROLEHAN PEMILU SAINTE INDEKS INDEKS
PARTAI POLITIK SUARA 2014 (Hare) LAGUE ENPP LSQ

NASDEM 8412949 36 36

PKB 11292151 47 46

PKS 8455614 40 38

PDIP 23673018 109 110

GOLKAR 18424715 91 95

GERINDRA 14750043 73 71
8.


AS.
• Ketua Bawaslu Provinsi Banten (2012-2017). Jakarta. 2006-2008.
• S-2 – Departemen Ilmu Politik.
• Kab. 17 Januari 1975
• Komisioner KPU RI (2017 – sekarang).
• S1 – Fakultas Syariah. IAIN (UIN) Syarif Hidayatullah. Pramono U.BIODATA
• H.
1992-1997. MA. The University of Hawaii at
Manoa. Semarang.
. Tanthowi.



Source

No comments:

Post a Comment