Landasan Teori
• Teori Politik Kedaulatan
Teori kedaulatan terdapat berbagai teori yang pada
umumnya menekankan pada kekuasaan sebagai
suatu tandingan atau perimbangan terhadap
kekuasaan penguasa atau kekuasaan tunggal.
Penerapan kedaulatan rakyat di Indonesia
diwujudkan dalam berbagai segi kehidupan
kenegaraan menurut UUD 1945: Kedaulatan rakyat di
bidang politik dan Hak-hak azasi manusia dan faham
kekeluargaan.
Landasan Teori
• Struktur kedaulatan rakyat yang dipandang dari:
bentuk geografis jumlah penduduk suatu negara,
Pemilu sebagai sarana pelaksanaan kedaulatan
rakyat, Berserikat dan berorganisasi sebagai
salah satu implementasi kedaulatan rakyat dan
Kedaulatan rakyat dibidang ekonomi.
Pasal 73 ayat 3 Undang Undang No. 3 tahun 1999
• "Barang siapa pada waktu diselenggarakannya
pemilihan umum menurut undang-undang ini
dengan pemberian atau janji menyuap seseorang,
baik supaya orang itu tidak menjalankan haknya
untuk memilih maupun supaya ia menjalankan
haknya dengan cara tertentu, dipidana dengan
pidana hukuman penjara paling lama tiga tahun.
Pidana itu dikenakan juga kepada pemilih yang
menerima suap berupa pemberian atau janji berbuat
sesuatu."
Politik Uang
• Politik uang atau politik perut adalah suatu
bentuk pemberian atau janji menyuap seseorang
baik supaya orang itu tidak menjalankan haknya
untuk memilih maupun supaya ia menjalankan
haknya dengan cara tertentu pada saat
pemilihan umum.
Politik Uang
• Praktik politik uang dilakukan dengan cara
pemberian berbentuk uang, sembako antara lain
beras, minyak dan gula kepada masyarakat
dengan tujuan untuk menarik simpati
masyarakat agar mereka memberikan suaranya
untuk partai yang bersangkutan.
Siapa pelaku politik uang?
• Politik uang umumnya dilakukan simpatisan,
kader atau bahkan pengurus partai politik
• Dilakukan seorang calon pemimpin pusat/
daerah untuk mendukung dirinya.
• Tim sukses
Sasaran politik uang
• Rakyat jelata
• Pemilih pemula
• Jajaran orang terkemuka
Kapan biasanya terjadi politik uang?
• menjelang hari H pemilihan umum
Bentuk politik uang
• Bentuk konvensional, yaitu pemberian uang secara
langsung terhadap pemilih, juga ada bentuk lain.
Misalnya dalam bentuk barang, seperti alat ibadah,
sembako, pemberian kupon yang akan diuangkan
pasca pemilu
• Mereka menggunakan instrumen birokrasi
pemerintahan kabupaten sebagai tim pemenang,
dengan cara (meminta) kantor dinas membuat
aktivitas kegiatan yang turut mensosialisasikan dan
mengkampanyekan kandidat tersebut
Modus Politik Uang
• Pertama, para calon yang bertanding dalam pemilu,
pemilukada dan pilkades, menjadikan rakyat jelata
(wong cilik) sebagai obyek dalam politik uang dengan
membagi uang dan sembako kepada mereka pada
minggu tenang kampanye yang sering disebut
serangan fajar. Pada pemilu 9 April 2014 yang lalu,
modusnya dirubah yaitu sesudah mencoblos, mereka
menemui tim sukses seorang calon disuatu tempat
yang sudah ditetaokan untuk mendapatkan uang
transport atau uang rokok.
Modus Politik Uang
• Kedua, rakyat jelata secara langsung ataupun
melalui tim sukses menjadikan pula para calon
sebagai obyek untuk mendapatkan uang dan
sembako.
Faktor-faktor munculnya Politik Uang
• Kemiskinan
• Rendahnya pengetahuan masyarakat tentang
politik
• Budaya
• Moralitas yang bobrok
• Salah satu simpatisan calon melakukan politik
uang sehinggal lawannya pun berbuat demikian
Faktor-faktor MunculnyaPolitik Uang...
• Tidak adanya komitmen dalam memegang
keimanan
• Moralitas - Tidak adanya komitmen untuk
memegang nilai-nilai moral dan kebenaran
• Keinginan untuk memperoleh jabatan
• Keinginan untuk mempertahankan kekuasaaan
Penyebab Munculnya Politik Uang
• Salah satu sebab mengapa para calon melakukan politik
uang adalah mereka takut kalah dengan calon lain. Calon
yang baru bersaing masih mencari bentuk serangan fajar,
mereka beroitensi melakukan politik uang.
• Ketidakpercayaan masyarakat terhadap para calon
pemimpin. Hal tersebut memberikan efek negatif bagi
para elit dengan menghamburkan uang dalam sekejap
demi kekuasaan semata.
• Rakyat merasa tergiur politik uang walapun sesat,
karenal alasan itu juga masyarakat merasa “berutang
budi” pada calon curang tersebut.
Dampak-dampak politik uang
• Korupsi – salah satu cara pejabat terpilih untuk
mengembalikan modal kampanyenya
• Merusak tatanan demokrasi
• Biaya politik akan makin tinggi
Kenapa menghindari politik uang?
• Politik uang merendahkan masyarakat
• Politik uang merupakan jebakan buat rakyat
• Politik uang mematikan kaderisasi politik
• Politik uang berujung pada korupsi
• Politik uang membunuh transformasi pada
masyarakat
Memberantas praktik politik uang
• Menanamkan nilai-nilai keimanan ssejak dini
• Hukuman yang tegas terhadap oknum-oknum
politik uang
• Transparansi
• Dukungnan dari semua pihak
Source
No comments:
Post a Comment