Friday, January 25, 2019

POLITIK UANG

Landasan Teori

• Teori Politik Kedaulatan

Teori kedaulatan terdapat berbagai teori yang pada

umumnya menekankan pada kekuasaan sebagai

suatu tandingan atau perimbangan terhadap

kekuasaan penguasa atau kekuasaan tunggal.

Penerapan kedaulatan rakyat di Indonesia

diwujudkan dalam berbagai segi kehidupan

kenegaraan menurut UUD 1945: Kedaulatan rakyat di

bidang politik dan Hak-hak azasi manusia dan faham

kekeluargaan.

Landasan Teori

• Struktur kedaulatan rakyat yang dipandang dari:

bentuk geografis jumlah penduduk suatu negara,

Pemilu sebagai sarana pelaksanaan kedaulatan

rakyat, Berserikat dan berorganisasi sebagai

salah satu implementasi kedaulatan rakyat dan

Kedaulatan rakyat dibidang ekonomi.

Pasal 73 ayat 3 Undang Undang No. 3 tahun 1999

• "Barang siapa pada waktu diselenggarakannya

pemilihan umum menurut undang-undang ini

dengan pemberian atau janji menyuap seseorang,

baik supaya orang itu tidak menjalankan haknya

untuk memilih maupun supaya ia menjalankan

haknya dengan cara tertentu, dipidana dengan

pidana hukuman penjara paling lama tiga tahun.

Pidana itu dikenakan juga kepada pemilih yang

menerima suap berupa pemberian atau janji berbuat

sesuatu."

Politik Uang

• Politik uang atau politik perut adalah suatu

bentuk pemberian atau janji menyuap seseorang

baik supaya orang itu tidak menjalankan haknya

untuk memilih maupun supaya ia menjalankan

haknya dengan cara tertentu pada saat

pemilihan umum.

Politik Uang

• Praktik politik uang dilakukan dengan cara

pemberian berbentuk uang, sembako antara lain

beras, minyak dan gula kepada masyarakat

dengan tujuan untuk menarik simpati

masyarakat agar mereka memberikan suaranya

untuk partai yang bersangkutan.

Siapa pelaku politik uang?

• Politik uang umumnya dilakukan simpatisan,

kader atau bahkan pengurus partai politik

• Dilakukan seorang calon pemimpin pusat/

daerah untuk mendukung dirinya.

• Tim sukses

Sasaran politik uang

• Rakyat jelata

• Pemilih pemula

• Jajaran orang terkemuka

Kapan biasanya terjadi politik uang?

• menjelang hari H pemilihan umum

Bentuk politik uang

• Bentuk konvensional, yaitu pemberian uang secara

langsung terhadap pemilih, juga ada bentuk lain.

Misalnya dalam bentuk barang, seperti alat ibadah,

sembako, pemberian kupon yang akan diuangkan

pasca pemilu

• Mereka menggunakan instrumen birokrasi

pemerintahan kabupaten sebagai tim pemenang,

dengan cara (meminta) kantor dinas membuat

aktivitas kegiatan yang turut mensosialisasikan dan

mengkampanyekan kandidat tersebut

Modus Politik Uang

• Pertama, para calon yang bertanding dalam pemilu,

pemilukada dan pilkades, menjadikan rakyat jelata

(wong cilik) sebagai obyek dalam politik uang dengan

membagi uang dan sembako kepada mereka pada

minggu tenang kampanye yang sering disebut

serangan fajar. Pada pemilu 9 April 2014 yang lalu,

modusnya dirubah yaitu sesudah mencoblos, mereka

menemui tim sukses seorang calon disuatu tempat

yang sudah ditetaokan untuk mendapatkan uang

transport atau uang rokok.

Modus Politik Uang

• Kedua, rakyat jelata secara langsung ataupun

melalui tim sukses menjadikan pula para calon

sebagai obyek untuk mendapatkan uang dan

sembako.

Faktor-faktor munculnya Politik Uang

• Kemiskinan

• Rendahnya pengetahuan masyarakat tentang

politik

• Budaya

• Moralitas yang bobrok

• Salah satu simpatisan calon melakukan politik

uang sehinggal lawannya pun berbuat demikian

Faktor-faktor MunculnyaPolitik Uang...

• Tidak adanya komitmen dalam memegang

keimanan

• Moralitas - Tidak adanya komitmen untuk

memegang nilai-nilai moral dan kebenaran

• Keinginan untuk memperoleh jabatan

• Keinginan untuk mempertahankan kekuasaaan

Penyebab Munculnya Politik Uang

• Salah satu sebab mengapa para calon melakukan politik

uang adalah mereka takut kalah dengan calon lain. Calon

yang baru bersaing masih mencari bentuk serangan fajar,

mereka beroitensi melakukan politik uang.

• Ketidakpercayaan masyarakat terhadap para calon

pemimpin. Hal tersebut memberikan efek negatif bagi

para elit dengan menghamburkan uang dalam sekejap

demi kekuasaan semata.

• Rakyat merasa tergiur politik uang walapun sesat,

karenal alasan itu juga masyarakat merasa “berutang

budi” pada calon curang tersebut.

Dampak-dampak politik uang

• Korupsi – salah satu cara pejabat terpilih untuk

mengembalikan modal kampanyenya

• Merusak tatanan demokrasi

• Biaya politik akan makin tinggi

Kenapa menghindari politik uang?

• Politik uang merendahkan masyarakat

• Politik uang merupakan jebakan buat rakyat

• Politik uang mematikan kaderisasi politik

• Politik uang berujung pada korupsi

• Politik uang membunuh transformasi pada

masyarakat

Memberantas praktik politik uang

• Menanamkan nilai-nilai keimanan ssejak dini

• Hukuman yang tegas terhadap oknum-oknum

politik uang

• Transparansi

• Dukungnan dari semua pihak


Source

No comments:

Post a Comment